Cara Efektif Dalam Membagi Waktu

Cara Efektif Dalam Membagi Waktu

Bagaimana cara paling efektif dalam membagi waktu?

Tidak sekali dua kali saya mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana cara membagi waktu.

Bahkan guru setoran saya pun sempat mengatakan salut karena meskipun dengan kesibukan yang sedemikan padat saya masih bisa sempat setor hafalan al-Qur’an. Bagaimana cara membagi waktunya?

Inilah yang akan saya bahas dalam artikel kali ini. Semoga Allah membimbing saya untuk bisa menyampaikannya dengan bahasa yang mudah difahami.

Karena sudah tentu apa yang saya tulis ini adalah berdasarkan hasil dari pengalaman saya yang hingga detik ini masih berusaha untuk bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik dan seefektif mungkin.

Saya masih terus berproses dan terus memperbaiki diri.

Apa yang saya sampaikan ini tidak dimaksudkan sebagai standar untuk digunakan secara baku. Namun, cukup sebagai pilihan opsi bahwa cara seperti ini adalah cara terbaik yang saya lakukan agar waktu saya bisa efektif.

Jika cara ini dirasa cocok oleh Anda, Anda pun boleh memakainya. Saya pribadi belajar dari orang-orang terbaik dalam membagi waktunya. Seperti Nabi Muhammad, Steven R. Covey, Anthony Robbins, dan lain-lain…

***

BERIKUT TIPS-TIPSNYA

PERTAMA,
Tentukan Apa yang PALING PENTING bagi hidup Anda.

Jika otak Anda tidak ditunjukkan atau tidak pernah diprogram untuk menentukan apa yang paling penting bagi hidup Anda, maka Anda akan hidup dalam kebimbangan tak menentu.

Karena bimbang, akhirnya aktivitas Anda hanya akan diisi dengan kesibukan dan rutinitas tanpa membuat hidup Anda menjadi lebih berkembang dari waktu ke waktu.

Sibuk, tapi gak kemana-kemana. Seperti orang lari berputar-putar di lapangan yang sama.

Maka, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan apa yang paling penting bagi Hidup Anda.

Bagaimana caranya?

Tidak ada cara lain selain merancang TUJUAN hidup diri Anda sendiri. Karena tujuan itulah yang nanti akan menjadi “persinggahan terakhir” dari perjalanan waktu yang saat ini Anda jalani.

Tujuan bisa berupa visi, impian atau cita-cita. Apapun itu. Yang terpenting Anda benar-benar mengetahui apa yang PALING PENTING dalam hidup Anda.

Misalnya, bagi saya, yang paling penting adalah

Ketakwaan
Pertumbuhan
Sumbangsih
Keberhasilan

Sedangkan impian saya diantaranya adalah

Menjadi pembicara Internasional
Hafal Qur’an Mutqin (lafdzhon, maknan, wa amalan)
Menulis buku-buku International Best Seller

Maka, segala aktivias sehari-hari saya akan mengarah kesitu.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah tentukan apa yang PALING PENTING bagi Anda.

Jika Anda tidak menentukannya secara sadar, maka otak Anda akan dipenuhi dengan hal-hal yang tidak penting. Hati-hati!

KEDUA,
Tentukan aktivitas yang mengarah pada hal-hal yang paling penting bagi hidup Anda.

Setelah menentukan apa yang paling penting bagi hidup Anda, selanjutnya adalah menentukan aktivitas yang mengarahkan Anda pada tujuan Anda.

Jika Anda memiliki impian sebagai dokter, maka yang Anda lakukan adalah belajar ilmu kedokteran. Bukan ilmu kebatinan!

Jika Anda memiliki impian sebagai penulis, maka Anda akan berupaya untuk terus berlatih menulis setiap hari tanpa jeda sehari pun. Bukan malah main game seharian!

Jika Anda memiliki impian sebagai pebisnis sukses, maka Anda harus terus belajar dan terus berlatih berbisnis. Bukan malah bermain batminton sampe lupa bisnis!

Karena bagaimana pun juga, kita akan mendapatkan apa yang menjadi kebiasaan kita.

Mula-mula kita membentuk kebiasaan, lalu kebiasaan itu membentuk diri kita.

Maka, mulai sekarang buatlah kebiasaan yang mengarah pada apa yang paling penting bagi hidup Anda.

Saya pribadi mewajibkan diri sendiri untuk melaukan aktivitas ini

1. Muroja’ah hafalan
2. Membaca buku
3. Menonton ceramah bahasa inggris
4. Membaca teks bahasa inggris
5. Menulis artikel
6. Terus eksekusi evaluasi aktivitas bisnis

Ada hal lain. Tapi tidak bisa saya sebutkan untuk menjaga privasi dan menjaga hati.

Saya juga membuat journalnya. Setiap hari saya cheklist mana yang terlaksana mana yang belum.

Saya berusaha bersaing pada diri saya sendiri setiap harinya. Artinya setiap hari saya harus memastikan ada hal baru yang saya pelajari dan harus ada skill yang ditingkatkan.

Meskipun mungkin peningkatannya tidak begitu banyak, tetap harus disyukuri. Karena pada dasarnya yang membentuk kita dalam jangka panjang bukan banyak dan sedikitnya aktivitas kita, namun KONSISTENSI kita dalam melakukan aktivitas itu.

Kesimpulanya, pada tahap ini, Anda harus menentukan aktivitas apa yang mengarah pada apa yang PALING PENTING bagi hidup Anda.

KETIGA,
Tentukan waktu untuk masing-masing aktivitas

Hal ini sangat subyektif. Tentukan sesuai dengan kebutuhan Anda pribadi.

Kalau saya, membagi waktu sehari menjadi 4 bagian.

1. Spiritual Time

Ini saya tentukan mulai dari jam 03.00 sampai jam 07.00 atau waktu matahari terbit.

Pada waktu ini, fokus saya adalah untuk berdzikir dan taqarrub pada Allah. Sebiasa mungkin tidak memikirkan hal-hal duniawi seperti pekerjaan dan seterusnya..

Fokus pagi setelah bangun adalah untuk akherat. Hal ini saya lakukan berdasarkan hadis Nabi

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

“Barangsiapa yang bangun di pagi hari namun hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah dia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 (empat) penyakit dalam dirinya:

Kebingungan, yang tiada putusnya;
Kesibukan, yang tidak ada ujungnya;
Kebutuhan, yang tidak terpenuhi; dan
Keinginan, yang tidak tercapai.”

(HR. Ath Thabrani).

Oleh karena itu, saya menghindari untuk berfokus pada dunia ketika saya bangun pagi.

Adapun membantu pekerjaan rumah tangga seperti nyapu atau membantu ibu didapur, niatnya adalah untuk berbakti pada ibu. Orientasi tetap pada akherat.

2. Work Time

Waktu kerja saya antara pukul 08.00 – 16.00. Idealnya waktu ini. Tapi bisa sangat fleksibel jika ada hal-hal yang diluar jadwal. Misalnya ketika saya mendapat undangan keluar kota tau sedang ada urusan yang mendesak.

3. Break Time

Saya menyediakan waktu untuk break (istirahat). Biasanya antara ba’da dhuhur hingga jam 13.00. Jika memang sangat membutuhkan istirahat, saya akan melakuannya hingga Ashar. setelah Ashar, baru melakukan finishing dari kerja hari itu.

Tapi istirahat siang ini tidak sealu saya lakukan. Kembali lagi soal situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.

4. Grow Time

Menurut saya, grow time ini sangat penting bagi siapa pun juga. Apa pun profesinya. Anda boleh tentukan kapan pun waktu yang nyaman bagi Anda. Karena grow time inilah yang nanti memberi perbedaan besar pada skill atau bidang yang Anda tekuni saat ini.

Jika Anda tidak secara sadar menentukan waktu kapan Anda bertumbuh, Anda akan terus berada pada posisi kualitas yang sama selama bertahun-tahun lamanya.

Karena itu, pastikan Anda bertumbuh dan terus berkembang setiap harinya.

Saya pribadi, mengambil waktu malam untuk bertumbuh. Pada malam hari, saya disiplikan diri untuk belajar sesuatu yang baru. Seperti membaca buku, muroja’ah hafalan, menonton video ceramah. Termasuk menulis adalah cara saya untuk bisa bertumbuh. Karena menurut penelitian, 45 menit menjelang tidur akan sangat berpengaruh pada otak bawah sadar kita.

Karena itu, saya sangat mengurangi gadget sebelum tidur. Bahkan sudah tidak online lagi pada jam malam. Tahu kenapa? karena waktu itu saya sedang berada di rumah. Dan ketika di rumah, Hp saya sudah kehilangan signal internet bahkan juga kehilangna signal sms maupun telpon.

Pegang gadget kalo gak online, apa asyiknya? hehe

Ini hikmah tersendiri dari rumah saya yang miskin signal.

Ini pun masih bisa fleksibel. Artinya ketika malam saya belum nulis, atau tulisan saya selesainya malam, maka saya akan tetap keluar rumah untuk sekadar mengirim tulisan terbaru saya di WA. Meskipun itu jam 11 malam sekalipun saya akan tetap keluar rumah untuk sekadar publish tulisan. Setelah itu langsung tutup HP dan segera pulang ke rumah.

Ini untuk menjaga komitmen saya kalau saya akan terus berbagi setiap harinya.

Nah, sekarang bagaimana dengan pembagian waktu Anda? Segera tentukan!

***

Ringkasnya,

1. Tentukan Apa yang penting bagi hidup Anda.
2. Tentukan aktivitas yang mengarah pada hal-hal yang paling penting bagi hidup Anda
3. Tentukan waktu untuk masing-masing aktivitas

Tambahan:

Selalu catat hal-hal penting yang akan Anda lakukan pada hari itu. ini untuk menjaga agar aktivitas-aktivitas penting mendapat prioitas utama dalam pembagian waktu Anda.

Jika Anda tidak melakukan hal-hal penting bagi hidup Anda, maka aktivitas-aktivias berisi hal-hal yang tidak penting bagi hidup Anda.

PRINSIP TARGET

Sesuatu yang tidak bisa dikerjakan semua, jangan ditinggal semua.

Waktu berlari atau berjalan, pasti menuju pada sebuah akhir. Karena itu, ketika Anda tidak menentukan tujuan sekalipun, Anda akan sampai pada sebuah akhir. Baik itu akhir yang Anda inginkan atau akhir yang tidak Anda inginkan.

Itulah mengapa ketika Anda sudah menentukan target, Anda harus komitmen dengan target itu. Karena terget itu, pasti akan mengantarkan Anda pada tujuan.

Sudah menjadi hal wajar ketika suatu hari Anda akan dihadapkan dengan situasi dimana Anda tidak bisa mencapai target yang Anda inginkan.

Jika hal ini terjadi, maka peganglah prinsip jika Anda tidak mampu mengerjakan semua, maka jangan ditinggalkan semua.

Jika Anda menatergetkan membaca 40 halaman per hari, lalu pada situasi tertentu tidak memungkinkan membaca 40 hari, minimal bacalah 1 halaman saja atau minimal 1 paragraf saja. Yang terpenting Anda tidak benar-benar berhenti.

Ibartnya begini, Ketika Anda mengendarai motor di jalan yang halus, Anda mampu berjalan pada kecepatan 100km/jam.

Lalu ketika Anda melewati jalan yang penuh bebatuan atau tiba-tiba Anda melewati jalanan pasar yang ramai orang, apakah Anda tetap akan memaksakan diri untuk berjalan pada kecepatan 100km/jam? Tentu tidak bukan?

Jika tujuan Anda belum sampai, maka Anda akan terus berjalan. Seberapa pun kecepatannya meskipun hanya mampu memacu motor Anda pada keceptan 10km/jam.

Bahkan jika motor Anda mogok sekalipun, Anda akan berusaha memperbaikinya bahkan menuntunya agar Anda tetap bisa melanjutkan perjalanan. Karena Anda sadar, bahwa Anda belum sampai pada tujuan Anda yang begitu penting bagi hidup Anda.

Begitulah prinsip dalam mencapai target.

Jangan mudah putus asa atau frustasi karena target belum tercapai pada hari itu. Selama Anda masih bisa menghidup nafas, artinya Anda masih bisa memperbaikinya lagi. Jangan justru berhenti!

Jika Anda berhenti dan putus Asa hanya karena target tidak terlaksan hari itu, apakah Anda akan sampai pada tujuan Anda?

Sejauh apapun pejalanan, Anda akan sampai jika Anda terus melangkah.

Sebaliknya, sedekat apa pun perjalan, jika langkah Anda terhenti, maka Anda tidak akan sampai pada tujuan Anda.

Target dibuat untuk memudahkan Anda mencapai tujuan Anda. Bukan untuk membuat Anda frustasi karena Anda tidak mampu mencapainya.

“Sesuatu yang tidak bisa dikerjakan semua, jangan ditinggal semua”

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran[4] dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. 103: 1-3)

Keep Learning & Growing

Salam SUPER SEMANGAT!
A. S. Rizal | Santri Dahsyat!
Blora, 01/07/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares