Ayat yang Mendadak Bisa Bikin Optimis dan Semangat!

Ayat yang Mendadak Bisa Bikin Optimis dan Semangat!

Semua ayat dalam Qur’an selalu memberi pelajaran dan hikmah berharga dalam menjalani kehidupan di dunia. Jangankan semua ayat, satu ayat yang diresapi maknanya dan diamalkan dengan penuh kesungguhan saja bisa mengundang keajaiban yang luar biasa. Apalagi jika semua ayat itu diamalkan? betapa sempurnanya hidup ini.

Namun, kita memaklumi bahwa tidak semua orang diberi karunia untuk bisa menghafal semua ayat dalam al-Qur’an. Maka, jangan salahkan mereka yang hanya bisa mengamalkan satu atau dua ayat saja. Mungkin memang seperti itu kemampuan mereka.

Saya pribadi memiliki banyak ayat yang begitu berkesan dalam al-Qur’an. Ditambah lagi ayat-ayat yang berkesan itu sudah dihafal semua.

Jadi ketika saya ada masalah atau pun sedang terhimpit suatu kejadian yang kurang mengenakkan hati, seringkali saya ditentramkan dengan ayat-ayat yang sudah mengendap dalam hati. Ayat itu seperti ‘kaset’ yang diputar otomatis dalam hati saya. Saya sangat bersyukur atas karunia ini.

Dan diantara semua ayat itu, ada satu ayat yang begitu memiliki kesan mendalam yang selalu sukses membuat saya optimis dan bangkit dari kemalasan. Bahkan sesuatu yang sepertinya mustahil pun bisa menjadi sangat mungkin setelah merenungi dan meresapi makna dari ayat ini. Saya sudah membuktikannya berkali-kali.

Apalagi kalau saya menyimak ayat ini dengan lantunan merdu dari Qori Nasheer al-Qotami. Pas baca bagian ayat ini, saya sampai pernah dibikin nangis saking menghayatinya. Anda bisa coba. Cari di google dan dengarkan Nasheer al-Qotami ketika membaca bagian ayat ini. Kalau saya sih merasa merinding ya. Gak tahu kalau Anda.

Penasaran ayatnya kan?

Yuk simak kisah saya…

***

Langit gelap menyambut kedatang saya di Jombang hari ini (6 Juni 2018). Suara adzan maghrib mulai bersaut-sautan dari berbagai Masjid. Kondisi perut dalam keadaan lapar. Sejenak saya tahan untuk mengikuti shalat maghrib berjama’ah di masjid Agung Jombang.

Seperti biasa, suasana jam’ah maghrib di Masjid Agung Jombang begitu syahdu ketika lantunan merdu ayat-ayat suci al-Qur’an dibaca oleh sang imam.

Saya begitu tertegun dengan surat yang dipilih imam kali ini. Seolah, Allah ingin menguatkan kembali apa yang salama ini saya yakini.

Sebuah ayat yang selau menjadi motivasi saya untuk meraih impian-impian besar. Sebuah ayat yang selalu menyuntikkan semangat untuk meraih hal-hal besar meskipun memiliki kekuatan yang kecil. Sebuah ayat yang mengajarkan pentingnya ketabahan dan kesabaran untuk meraih sebuah kemenangan.

Dengan sangat jelas, imam maghrib tadi membaca surat al-Anfal ayat 66;

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Entah mengapa ayat ini begitu membekas di hati saya disaat saya sedang mengalami episode-episode tidak mudah dalam hidup saya.

Ayat itu senada dengan akhir ayat dari surat al-Baqarah ayat 249;

“…Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Ayat ini selalu sukses membuat saya tetap optimis ketika berbagai macam fasilitas kurang memadahi.

Ayat ini membuat saya begitu optimis ketika saya menghadapi pesaing-pesaing yang lebih senior.

Ayat ini membuat saya begitu optimis dan lebih semangat meraih impinan-impian besar meskipun saya menyadari kekuatan saya tidak besar impian yang ingin saya capai.

Rasulullah dan para shabatnya mengalahkan 1000 musuh dengan mengerahkan 313 pasukan saja di perang badar.

Jalut yang bertubuh besar berhasil dikalahkan oleh Dawud yang bertubuh kecil dan jauh lebih muda dibawah Jalut.

Yahoo harus rela menerima ‘kekalahan’ karena menganggap Google adalah saingan kecilnya.

Seringkali ‘kebesaran’ membuat orang terlena, sehingga gampang sekali ditumbangkan.

Karena itu, meskipun kita merasa diri kita kecil, merasa kurang fasilitas, merasa kurang pengalaman, merasa masih pemula, merasa tidak punya banyak uang, bukan jaminan kita akan kalah.

Justru tak jarang mereka yang merasa dirinya ‘besar’ seringkali lengah dan merasa berpuas diri dengan apa yang mereka raih saat ini. Sehingga mereka merasa tidak perlu lagi menambah kekuatan.

Karena merasa tidak perlu lagi menambah kekuatan, maka mereka gampang sekali dikalahakan.

Hati-hati dengan keyakinan kita sendiri.

Jika kita merasa kecil, lalu merasa tidak mampu menang, selamanya kita tidak akan pernah meraih kemenangan.

Begitu pula, jika kita merasa besar, lalu tidak menambah kemampuan, maka kita akan mudah sekali tumbuang.

Setiap orang memilik hak sama untuk menang baik kelomok kecil maupun kelompok besar. Kata kuncinya; selama masih mau bersabar dan tawakkal pada Allah.

Bersabar tidak sama dengan pasrah atau berdiam diri. Namun sabar adalah proses menahan kenikmatan jangka pendek untuk mendapatkan kenikmatan dan kemenangan jangka panjang.

Ringkasnya, tidak tergesa-gesa. Menikmati setiap proses demi proses dan tidak berharap hasil yang instan.

Sabarnya orang yang bersiap perang adalah dengan berlatih habis-habisan. Bukan justru bermalas-malasan.

Sabarnya orang yang kuliah adalah dengan semaksimal mungkin belajar agar bisa menjadi yang terbaik. Bukan justru berleha-leha dan bersantai.

Sabarnya orang yang berbisnis adalah dengan terus melakukan yang inovasi-inovasi terbaik untuk menumbuhkan bisnisnya. Bukan membiarkan jalan sendiri di zona nyaman.

Sekali lagi, sabar adalah proses menahan diri dari segala kepahitan yang membuat kita tumbuh menjadi lebih baik.

Jika kita merasa sabar namun membuat kita santai, maka hal itu jauh dari makna sabar itu sendiri.

Sabar itu menumbuhkan. Menguatkan. Menenangkan. Menguntungkan.

Sedangkan ketidaksabaran itu melemahkan. Memalaskan. Menghilangkan ketenangan. Merugikan.

Kelompok kecil akan selalu lebih kuat dan lebih berpotensi menang selama masih bersabar dan tawakkal total kepada Allah.

Keep Learning & Growing

salam SUPER SEMANGAT
A. S. Rizal | Jejaksemangat.com

————

Kok pas sekali ya. Bulan ini saya mau membentuk “Pasukan Badar” yang nantinya akan digembleng untuk melawan kemustahilan. Semoga Allah hadirkan pasukan terbaik dalam kelompok ini.

Sayangnya saya hanya membuka kesempatan ini hanya sampai tanggal 8 November saja. Setelah itu saya tutup dan tidak saya buka kembali.

Jika Anda ingin gabung bersama Pasukan Badar, boleh hubungi Adminnya di 0852 33 66 99 22 (Kak Ami) untuk informasi lebih lanjut. Bilang aja “Kak Ami, infoin pasukan Badar dong”. ntar tunggu balasannya. Kudu sabar ya.. ^_^ #antrichat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares